Jenis-Jenis Teks Narasi Dan Tugas Membuat Teks Narasi

Jenis Tulisan Narasi
- Struktur 
- Elemen 
- Teknik memulai sebuah narasi  

Marahimin, Ismail. (Bab 3)

Narasi diartikan sebagai cerita yang didasarkan pada urutan-urutan suatu kejadian atau peristiwa. Ciri-cirinya ada kejadian, tokoh, dan konflik. Gabungan 3komponen inilah yang dinamakan alur atau plot.
Narasi bisa berisi fakta maupun fiksi atau rekaan. Contoh narasi yang berisi fakta ialah biografi (riwayat hidup seseorang), otobiografi, dan kisah-kisah sejati. Contoh narasi yang tergolong fiksi diantaranya novel, cerita bersanmbung, dan cerita bergambar.
Dalam sebuah narasi bisa terdapat sebuah aluran saja, bisa lebih dari satu, dengan membafinya menjadi alur utama dan alur tambahan atau sub-plot.

Struktur teks narasi

1. Orientasi
Orientasi merupakan bagian pengenalan cerita, di mana penulis memberikan informasi soal latar belakang tempat, waktu
2. Komplikasi
Komplikasi berisikan masalah atau konflik yang mulai terjadi, hingga pada akhirnya mencapai puncak konflik.
3. Resolusi
Resolusi menunjukkan adanya penurunan konflik, di mana solusi atau penyelesaian masalah mulai terlihat, hingga menemukan sebuah akhir.
4. Koda
Pada bagian koda dalam struktur teks narasi berisi pesan moral atau amanat dari kisah yang disampaikan. Biasanya koda dituliskan sebagai penutup cerita dan bersifat opsional alias nggak wajib ada.

Unsur unsur narasi

Terdapat lima unsur penting yang harus ada dalam teks narasi. Kelimanya ialah tema, latar, alur, tokoh, dan sudut pandang.

1. Tema merupakan gagasan pokok pikiran sebuah cerita.
2. Latar atau informasi tempat dan waktu kejadian menjelaskan di mana dan kapan peristiwa dalam cerita terjadi.
3. Alur, merupakan pola penyampaian rangkaian peristiwa, biasanya alur sebuah cerita bisa maju, mundur (cerita dimulai dari akhir ke awal alias regresif), dan gabungan (maju mundur). 
4. Tokoh, atau karakter-karakter dalam suatu cerita. Berdasarkan watak, biasanya terdapat tokoh protagonis (utama), antagonis (lawan tokoh utama), dan tritagonis(penengah/netral).
5. Sudut pandang, merupakan arah pandangan dan penyampaian penulis ketika menyampaikan sebuah cerita. Bisa dengan sudut pandang orang pertama, orang kedua, dan ketiga.

Jenis-Jenis Teks Narasi
teks narasi bisa dibagi lagi menjadi jenis, yaitu:
1. Narasi Ekspositoris (Informatif)
Narasi ekspositorik merupakan teks yang tujuan utamanya untuk menyampaikan informasi tentang suatu peristiwa dengan tepat. Jenis narasi yang satu ini dapat memperluas pengetahuan pembaca maupuan pendengarnya.
karangan narasi ini dipenuhi dengan eksposisi. Otomatis berbagai ketentuan eksposisi juga harus ada di dalamnya. Misalnya, menggunakan bahasa yang logis, mengacu pada fakta yang ada, dan sifatnya objektif.

2. Narasi Artistik
Narasi artistik adalah jenis yang narasi yang memiliki sifat fiksi atau nonfiksi. Umumnya narasi ini menceritakan sebuah kisah dengan tujuan menjadi hiburan dan memberikan pengalaman yang indah (estetik) bagi pembaca atau pendengarnya.

3. Narasi Sugestif
Terakhir adalah narasi sugestif atau sebuah narasi yang dibuat untuk menyampaikan maksud tertentu, bisa juga menyampaikan amanat tersembunyi pada pembaca atau pendengar. Dengan begitu, mereka yang membaca jenis narasi ini akan merasa sedang melihat peristiwa yang diceritakan secara langsung.

Kaidah Kebahasaan pada Teks Narasi
Teks narasi juga memiliki kaidah kebahasaan khusus yang harus dipenuhi, dan ini banyak diterapkan oleh banyak penulis. Adapun kaidah kebahasaan tersebut adalah:

1. Menggunakan penunjuk waktu yang mengarah pada masa lalu (telah lewat).
2. Menggunakan kata penghubung kronologis yang memberi informasi tentang urutan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita tersebut.
3. Menggunakan kata kerja tindakan
4. Menggunakan kalimat tidak langsung untuk memaparkan apa yang disampaikan oleh tokoh dalam cerita
5. Menggunakan kata kerja mental atau pikiran.Pada umumnya menggunakan sudut pandang orang pertama yang membuat penulis seolah-olah terlibat dalam peristiwa yang sedang diceritakan. Itulah sebabnya banyak teks narasi menggunakan kata “aku”, “saya”, dan juga “kami”.



Teknik memulai teks narasi
Narasi merupakan sebuah cerita yang dibuat atau ditulis untuk hiburan. Maka, teks narasi harus dikemas semenarik mungkin

1. Menentukan tujuan
Tujuan penulisan teks narasi ini akan menentukan bentuk teks yang kamu kembangkan nantinya. Di samping itu, dari tujuan ini kamu juga bisa menyasar pembaca dan media yang lebih tepat.

2. Menentukan jenis teks narasi yang akan digunakan
Sebelum memulai penulisan, Grameds perlu menentukan jenis teks narasi yang akan kamu gunakan. Apakah jenis ekspositoris, artistik, atau sugestif. Dengan begitu, cerita yang kamu karang tidak akan melebar ke mana-mana dan fokus pada gagasan utamanya.

3. Memilih gagasan
 gagasan bisa di dapatkan dari peristiwa atau kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Baik yang kamu alami sendiri maupun dari pengalaman orang lain.

4. Mengembangkan gagasan
Agar dapat dikembangkan menjadi lebih menarik

5. Menyusun teks
Menyusun teks narasi bisa dimulai dengan membuat outline yang berisi peristiwa penting yang akan kamu ceritakan. Kemudian pilih susunan atau urutan teks yang menurut kamu paling pas dengan peristiwa tersebut.

6. Tentukan judul
Setelah selesai menuliskan teks narasi, kamu bisa langsung menentukan judul untuk teks tersebut. Nah, dalam tahap ini kamu harus mampu menarik pembaca untuk mengetahui isi dari cerita yang kamu tulis dengan cara-cara berikut ini:

Menggunakan tanda kutip
Fokus pada makna cerita
Mengutip salah satu dialog atau tahapan dalam teks yang kamu buat



Daftar pustaka

https://www.zenius.net/blog/konsep-teks-narasi
https://www.detik.com/jateng/berita/d-6838210/teks-narasi-adalah-pengertian-struktur-ciri-jenis-unsur-dan-contohnya
https://gramedia.com/literasi/pengertian-struktur-teks-narasi/



Tugas Mebuat Teks Narasi
*Teks Narasi Fantasi
    
                         Sahabatku Malaikat 

“Selvi!” teriakku pada selvi. ia menoleh. Kuhampiri dia

“Hari ini cerah, kicauan burung pagi yang merdu membuatku senang..” Kata Selvi.

“Iya kau benar Selvi” Kataku.

Hai, Aku Intan Sani. cukup panggil aku Ntan.
Aku dan Selvi telah 1 minggu bersahabat. dia murid baru yang cantik, baik hati, pintar, dan imut. Rambutnya bewarna coklat diikat dua setiap hari. Dia selalu mengatakan hal yang sama seperti tadi. Aku dan Selvi bermain setiap sore di rumahku. Namun, ketika kuajak bermain ke rumahnya, dia menolak katanya rumahnya jauh. Aku mengerti, mungkin dia takut ibunya marah atau semacamnya.

Jam istirahat…

“Selvi, ayo ke kantin!” seruku.
“Terima kasih, aku tidak lapar..” katanya. Aku menghampirinya.
“Selvi, ada apa?” tanyaku. Kupegang tangannya ia begitu dingin, tak seperti biasanya.. Wajahnya begitu pucat.
“Selvi?” tanyaku lagi.
Ia berhenti bernafas, aku kaget.
“Selvi!!, tolong! teman-teman! bantu Selvi!!” aku berteriak kencang. Selvi pun pingsan. Kami membawanya ke klinik sekolah.

2 jam kemudian…

“Tidak!! jangan Selvi!!” Aku berteriak histeris. Selvi telah meninggalkanku. “Tidak!!!”

Aku terbangun dari mimpiku, untung itu hanya mimpi. Aku pergi ke luar lalu ke rumah Selvi diam-diam.

Saat sampai…

Rumahnya begitu sepi.. tak ada seorang pun… “Selvi!, Selvi!” teriakku. Aku pergi ke halaman belakang Selvi. Kulihat batu nisan bertuliskan nama Selvi. Aku tercegang begitu kaget. Aku pun pulang lari bergitu cepat.

Di sekolah…

“Kamu kenal sama Selvi ga?” tanyaku pada Asri temanku.
“Dia udah pergi, udah ke alam sana..” jawab Asri. kukira kemarin mimpi tapi… nyata..
Lalu siapa yang bersamaku 1 minggu yang lalu? Apa itu arwah Selvi?

Sesampainya di rumah… kuceritakan semua pada ibu
“Bu.. Selvi..” gumamku sedih.
“Iya.. dia meninggal 7 tahun yang lalu..” jelas ibu.
“Apa? lalu siapa yang bersamaku semasa 1 minggu yang lalu bu?” tanyaku.
“Dialah Selvi.. dia malaikat yang bersamamu..” jawab ibu.

Aku pun pergi ke tempat Selvi berbaring tenang. Aku berdoa agar ia Tenang di alam sana… Dan aku tahu itulah akibatnya Selvi menolak bermain di rumahnya.. Terimakasih Selvi.



Nama:Intan Sani
Npm:5520123124
Kls: IF D
Dosen : Ibu Cindie Adia Diningsih S.pd m.pd
Mata kuliah: Indonesia (jenis jenis teks Narasi).