KARYA TULIS ILMIAH
Pengertian Karya Tulis Ilmiah
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat dengan prinsip-prinsip ilmiah berdasarkan data dan fakta (observasi, eksperimen, dan kajian pustaka).
Menurut Siti Kholipah dalam bukunya yang berjudul “Teknik Penulisan Karya Ilmiah”, karya tulis ilmiah adalah hasil karya tulisan yang mengangkat analisis terhadap suatu permasalahan secara ilmiah dan sistematis dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan serta menyebarkan ilmu pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenerannya.
Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah
Karya Ilmiah Populer
Jenis karya ilmiah ini diungkapkan dalam bentuk ringkas dan menggunakan ragam bahasa yang populer atau lebih santai dan menarik. Seperti menggunakan kalimat yang mudah dipahami, umumnya disukai banyak orang serta dapat dimuat di media massa. Contohnya Esai, Artikel ilmiah, dan Opini.
Karya Ilmiah Formal
Bentuk karya ilmiah formal harus memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara rinci dan lengkap. Misalnya skripsi, tesis maupun disertasi.
Karya Ilmiah Semiformal
Karya ilmiah jenis ini mengikuti kaidah bentuk formal, namun penyajiannya lebih sederhana. Bentuknya bisa berupa laporan atau makalah.
Contoh Karya Ilmiah Populer
Contoh Karya Ilmiah Formal
SUMBER : https://repository.unair.ac.id/54659/13/SKRIPSI%20Fatimah%20Aria%20Utami-min.pdf
Contoh Karya Ilmiah Semiformal
Ciri-Ciri dan Karakteristik Karya Tulis Ilmiah
Logis, artinya dapat diterima oleh akal sehat.
Sistematis, berurutan dan teratur.
Objektif, tidak menambah dan mengurangi data dari fakta yang ada.
Jelas, yakni bahasa yang digunakan ringkas dan padat tapi dapat dimengerti oleh pembaca.
Faktual, berdasarkan fakta bukan imajinasi penulis.
Unsur-Unsur Karya Tulis Ilmiah
Suatu tulisan bisa disebut karya tulis ilmiah jika memenuhi beberapa unsur :
Mengandung suatu masalah beserta pemecahannya.
Masalah yang dibahas harus bersifat objektif.
Tulisan harus lengkap.
Disusun berdasarkan metode tertentu.
Disusun menurut sistematika penulisan yang baik dan benar.
Kaidah Kebahasaan Karya Tulis Ilmiah
(1). Menggunakan kata impersonal
Dalam menulis karya ilmiah, tidak boleh menggunakan kata ganti “saya” atau “kami”. Oleh karena itu, kata ganti yang diperbolehkan dalam penulisan karya ilmiah harus bersifat umum seperti “penulis” atau “peneliti”. Hal ini disebabkan dalam karya ilmiah yang diutamakan adalah objeknya, bukan subjeknya.
(2). Menggunakan kalimat pasif
Dalam menulis karya ilmiah, kalimat yang digunakan bukan kalimat aktif, melainkan kalimat pasif. Biasanya kalimat pasif memiliki verba (kata kerja) yang mendapatkan kata imbuhan di-, ter-, ke-an. Misalnya: Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2020, Makalah ini disusun untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru, masalah ketergantungan siswa pada gadget saat ini sangat memprihatinkan.
(3). Menggunakan bahasa denotatif
Bahasa yang ditulis dalam karya ilmiah sebaiknya adalah bahasa denotatif atau bahasa yang memiliki arti dan makna sebenarnya. Hal ini memiliki tujuan agar pembaca mampu memahami karya ilmiah dengan mudah. Contoh : Malam ini udara sangat panas. (kata panas berarti suhu atau temperatur).
(4). Pendefinisian Istilah
Dalam karya ilmiah, istilah harus didefinisikan terlebih dahulu sebelum dibahas dalam karya ilmiah. Istilah adalah kata-kata yang berkaitan dengan bidang tertentu.
Contoh: Analisis kontrastif didefinisikan oleh Buren (dalam Allen dan Corde, ed. 1975:280) sebagai suatu pendekatan pengajaran bahasa yang menggunakan metode perbandingan.
(5). Menggunakan bahasa reproduktif
Kalimat yang ditulis harus menggunakan bahasa yang lugas dan tidak ambigu atau bermakna ganda. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat memahami isi penelitian dengan mudah serta memiliki pemahaman yang sama oleh peneliti.
Contoh : “Menjaga kesehatan merupakan keharusan setiap individu agar terhindar dari penyakit, beberapa kegiatan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan antara lain, memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk tubuh, mengkonsumsi makanan yang memenuhi empat sehat lima sempurna,olahraga teratur dan menjauhi minuman yang mengandung alkohol.”
(6). Menggunakan kata baku
Kata yang digunakan dalam karya ilmiah haruslah kata baku sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata ini memiliki sifat yang tidak rancu dan tidak terpengaruh oleh bahasa lain. Contoh : antre (tidak baku: antri), apotek (tidak baku: apotik), atlet (tidak baku: atlit)
Struktur Karya Tulis Ilmiah
(1). Bagian awal
Halaman Judul
Halaman Pengesahan (jika perlu)
Moto (jika perlu)
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel (jika ada)
Daftar Gambar (jika ada)
Abstrak : uraian singkat tentang isi laporan
(2). Bagian isi
BAB I Pendahuluan, berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan, dll.
BAB II Tinjauan Pustaka.
BAB III Metode Penelitian
BAB IV Pembahasan
BAB V Penutup
(3). Bagian akhir
Daftar Pustaka
Daftar Lampiran
Indeks : Daftar Istilah
Tahapan Membuat Karya Tulis Ilmiah
(1). Peristiwa
Pada tahapan penulisan karya tulis ilmiah, diawali dengan proses perencanaan, penulis merencanakan apa yang akan ditulis. Dalam tahap perencanaan ini diperlukan adanya topik suatu karya, tujuan menulis, sasaran pembaca, serta ruang lingkup dari karya tulis ilmiah ini sendiri.
(2). Ungkapkan
Tahap ungkapkan ini, berisi mengenai pengungkapan data-data penunjang, baik dari hasil penelitian, studi kasus, studi literasi, atau melakukan wawancara dengan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan dan juga bahan observasi.
(3). Analisis
Setelah data terkumpul, proses selanjutnya adalah menganalisis data tersebut, biasanya disebut sebagai olah data. Pada tahap ini, dapat dimulai untuk membuat kerangka atau draf dari karya tulis ilmiah ini.
(4). Kesimpulan
Tahap kesimpulan, menjadi jawaban dari untaian peristiwa yang muncul dalam merancang penulisan sebuah karya tulis ilmiah. Kesimpulan dapat menjadi penjelas bagi penulis dan pembaca, karena biasanya semua yang terlibat, akan lebih paham dan jelas setelah muncul kesimpulan.
(5). Terapkan
Perencanaan penulisan yang rapi dan sistematis, tidak akan menghadirkan manfaat jika tidak diterapkan dengan baik.
Kesimpulan
Karya tulis ilmiah adalah sebuah tulisan yang memiliki karakteristik logis, sistematis, objektif, jelas, dan faktual. Tujuan utamanya adalah untuk mengangkat analisis terhadap suatu permasalahan dengan pendekatan ilmiah dan menyebarkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Karya tulis ilmiah terbagi menjadi beberapa jenis diantaranya populer, formal, dan semiformal.
Terdapat beberapa unsur penting agar suatu tulisan dapat disebut karya ilmiah seperti permasalahan dan pemecahan masalah, pembahasan masalah yang objektif, penulisan yang lengkap, penyusunan dengan metode tertentu, dan sistematika penulisan.
Terdapat beberapa kaidah kebahasaan yang harus diperhatikan dalam membuat suatu karya tulis ilmiah.
Struktur dari suatu karya ilmiah dapat berbeda-beda dari tergantung dari segi jenisnya.